Kamis, 11 September 2014

Thank You For Your Unconditional Love For Me

Mungkin ini salah satu cara saya untuk menuangkan kembali inspirasi dengan tulisan..
Hari demi hari sudah terlewati..
Sudah banyak cerita yang saya lalui..

Puji Tuhan, impian saya untuk menjadi Sarjana Ilmu Komunikasi bisa terealisasi pada bulan yang saya kehendaki.. 

Seiring perjalanan saya menjadi seorang Sarjana, banyak pihak yang silih berganti berdatangan dan ada pula yang setia ..

Saya mau share sedikit tentang orang-orang yang memberikan cinta tak bersyarat kepada saya..



Keluarga, jelas pihak keluarga selalu memberikan Unconditional Love kepada saya.. 
Kujul, dia orang yang selalu ada kapan dan selalu siap dengerin semua curhatan saya.. Buat cewek-cewek ini recommended banget jadi kakak, pacar bahkan calon suami ahhahaaa... (gw promosiin lho Bro!)

aku kenal sama julius pas SMA, dari awal kenal dia udah baik.. Ini orang yang paling setia nemenin aku, mulai dari aku galaau dan nangis gegara putus...

trs aku ketemu pas kuliah sama Yuni, dia sahabat yang baik juga.. Temen jalan dan temen berpetualang ke Pantai hahaaa

ada lagi satu orang yang baik dia bear.. Bear yang dengan setia selalu nemeniin aku, ah semuanya thanks yaaa for unconditional love,, 

Maaf kalo aku kadang bikin kalian bete... Keep contact ya guys

Rabu, 26 Februari 2014

Pantai ~

Apa yang ada dibenak anda manakala mendengar kata Pantai????


Laut, karang, ombak, pasir, panas, atau tempat yang membuat kulit gosong?

Banyak hal yang bisa kita deskripsikan manakala kita mendengar kata Pantai..

Bagiku, Pantai itu merupakan tempat yang paling nyaman untuk melupakan segala kepenatan terhadap rutinitas yang ada... (Mall ? ada di urutan terakhir dalam list tempat terPW dalam hidupku)

Aku tidak pernah merasakan sengatan matahari itu sebagai sesuatu yang menakutkan.. (secara kulit aku uda gosong yak .. hahahaa)


Meskipun seterik apapun mentari, aku tetap excited kalo bermain di hamparan pasir yang diterjang ombak,,

Meskipun aku tidak bisa berenang, tapi tak menghalangiku untuk "mandi" dan merasakan sensasi tubuh terhempas ombak :p

Untuk apa pergi jauh-jauh ke luar negeri untuk melihat panorama alam yang memukau,,
di Indonesia juga banyakk kok panaroma alam yang akan membuat anda terpukau...

Aku bersyukur terlahir sebagai orang Indonesia, karena aku akan berkesempatan menjelajahi setiap sudut nusantara... (yeaaah ~)

Di Kota dimana aku mengenyam pendidikan pun menyediakan banyaaak sekali pantai yang indah untuk dikunjungiii,,,
Terletak di Kabupaten Gunung Kidul, banyak pantai yang ga kalah sama pantai di Denpasar ...

Disana juga masih banyak pantai yang belum terkenal alias masih perawan coyyy,, ahhahaaa

punya niat untuk menjelajahii pantai-pantai cantiks di Indonesia? hahahaa


Rabu, 05 Februari 2014

Semuanya istimewa :3

Akhirnya... Setelah sekian banyak aktivitas yang saya lalui...

Saya dapat mengisi halaman blog ini lagii... (lebay? ga apa-apa :D )

Terakhir saya isi dengan berita-berita yang saya tulis ketika melakukan kuliah kerja lapangan (KKL) di Suara Merdeka..




Presentasi proker - Audit kampus 2


Well,, Hello my blog !
Cerita yang saya tuliskan kali ini dimulai ketika saya sudah menyelesaikan proses KKL (dari terjun ke lapangan - ujian - jilid laporan KKL).

Ketika itu, saya diajak oleh temen saya untuk mendaftar menjadi seorang ADPL , what's that? ADPL itu singkatan dari Asisten Dosen Pendamping Lapangan, yang akan mendampingi peserta KKN.

KKN disini bukan singkatan dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme lho ! KKN itu program wajib dari universitas saya sebelum mereka menyelesaikan kuliah (Baca : WISUDA ... *envy banget kata-kata itu* )

KKN itu Kuliah Kerja Nyata.  Mungkin di Unversitas lain KKN itu disamakan dengan KKL atau PKL. Tapi di Universitasku tidak :D

KKN yang diberlakukan di Universitas saya itu KKN lokasi dengan peserta tinggal bersama warga di lokasi dan melaksanakan program kerja..

Setelah mengetahui saya diterima, saya menjalani berbagaaaai proses persiapan ,,,

Semuanya menyenangkan... (Tergantung masing-masing individu juga sih... Kl saya yang notabene 'orang lapangan' pasti sangat menikmati segala proses yang menjadi tanggung jawab dari ADPL. Meskipun lelah dan mood yang selalu bergejolak senantiasa menghiasi , ahhahaa)

saya  'memegang' 4 kelompok dalam 1 unit, Unit I  \m/
Tibalah saat dimana saya bertemu dengan anak-anak peserta unit untuk pertama kali di acara pembekalan yang lebih keren disebut coaching KKN hahaha! Pandangan pertama saya untuk anak-anak peserta di unit i, mereka luar biasa dengan berbagai keunikkan masing-masing :3


Pra lokasi semua berjalan dengan lancar meski sudah mulai terlihat berbagai dinamika dalam setiap orang dalam kelompok.. Puji Tuhan semua masih bisa teratasi :3

Hari penerjunan pun tiba.. Ternyata jadwal tahun ini itu bergeser dari tahun lalu saat saya menjadi peserta. tahun ini hari penerjunan tepat 2 hari setelah Natal (berat rasanya meninggalkan keluarga yang tengah berkumpul merayakan natal tapi ya sudahlah .. Ini yang dinamakan konsekuensi .. hmmmf ~)

Saya yakin semua peserta pun merasakan hal yang sama dengan apa yang saya rasaakan (awalnya berat sekali berlibur sebulan di lokasi KKN, xoxoxo ).

Semua kewajiban yang saya emban saya lalui dengan hati riang meski banyak sekali ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (hayooo.. masih inget ATHG ? wkwkwk)

Di minggu awal saya merasakan jetlag yang sangat terasa, suasana posko ADPL yang sangat ramai pun tak bisa menggantikan suasana hangatnya natal bersama keluarga. Meski demikian saya berusaha menjalankan semua kewajiban saya dengan baik (balik lagi yak,,, konsekuensi!)

PAIIIIT !
Begitulah yang saya rasakan tahun baruan di lokasi KKN. Sampai ada rekan sesama ADPL mengutarakan "on the spot aja spesial tahun baruan masa aku ga"  (masih ingat siapa yang ngucapin ini, guys?).
Bukan karena kami tidak menghargai apa itu makna tahun baru.. Tapi suasana lokasi yang sangat berbeda dengan lokasi kami di jogja yang menyebabkan euforia tahun baru itu terasa sangat hambar (seperti hubungan kitaa ... #eh )

Udah di posko sepi, mau main ke posko anak-anak jauh.. Semakin sedih manakala orang rumah itu kirim foto-foto mereka lagi ngapain,,, hmmm.. awal tahun yang pait. (tapi tetep dinikmatiiii ~ 

well, ndak tahu lagi ngapain .. di Posko krik-krik cuman nonton tv dengan suasana desa yang sangat tenang (perhalusan makna dari sepiiiiii~) mungkin tidur itu lah yang paling PAS ! {Bisa dibayangkan bagaimana bentukan saya kalo di Posko cuman makan-tidur-bimbingan :( }

Tapi yang membuat hati ini sedikit terobati saat mama tersayang menelpon hanya untuk mengatakan "Mbak, selamat tahun baru ya.. Sekarang Mbak berdoa, mengucapkan syukur atas kesempatan yang Tuhan berikan untuk memasuki tahun baru... Disini baru pada selesai doa bersamaa."

Sumpah.. Selesai telponan sama mama, aku berdoa dan ga kuat nahan air mata (dikatain meloow yo ben!)
Sedih bukan karena aku ga bisa merasakan euforia tahun baru dengan kembang api, tapi yang bikin nyayat ati manakala kedua orangtua datang ke jogja sengaja mau quality time sama anak-anaknya eh aku sebagai anak ga ada di rumah bareng mereka [maafin wulan ya ma,, tp wulan ttp sayang mama :*]

Pertengahan minggu, mulai timbul berbagai dinamika dalam kelompok.. Semakin kompleks.. Semakin rumit...
Saya dengan segala kekurangan pun dituntut untuk tetap bijak dalam menyikapi segala hal
(pelajaran penting lagi saya dapatkan : Turunkan ego dirimu demi kepentingan bersama )

Saya selalu menganggap anak-anak peserta yang menjadi tanggung jawab adalah teman. Saya menciptakan suasana tidak ada jurang pemisah antara Adpl dengan peserta. Puji Tuhannya anak-anak UNIT I tetap bisa menempatkan diri, kapan mereka harus bertindak sebagai peserta dan kapan mereka bertindak sebagai teman :)

Dinamika semakin ruweet,, namun saya tetap berusaha melaksanakan kewajiban sesuai kemampuan saya.. Hidup ini anugerah, Slow ae (baru kali ini saya suka dengan kata Slow ae ~ ) hahaha.

Terselip kisah-kisah haru, kecewa, bahagia dan menguras emosi ^^,
Terima kasih untuk kalian semua anak-anak unit I . Terima kasih untuk senyuman, amarah, kegalauan, kenangan yang kalian torehkan untukku . Terima kasih untuk tangga SMP Bina Muda Panggang yang menjadi "ruang tamu" dadakan jika kalian datang mengunjungi saya di posko ADPL :p

KKN 64 UAJY- UNIT I


Terima kasih sudah berproses bersama dan berakhir dengan sukacita hahahaa...

Cintaku bersemi di tangga SMP Bina Muda Panggang - [sampe tercipta tagline ini krn seringnya dijadikan 'ruang tamu' adpl hahaaa ] adakah yang setuju dengan tagline ini? :p


Dari KKN 64 pula, saya menemukan banyak teman, abang, adik, dan keluarga baru :D
Bertemu nanti pas wisuda ya guys ! :3

we are team !











Minggu, 28 April 2013

Berkenalan Dengan Satwa Di SD Negeri Deresan

Punya Wulan
Pengenalan Satwa Ular (Sumber: Dok Pribadi)



YOGYAKARTA- Himpunan Mahasiswa Jurusan Fakultas Peternakan Hewan Universitas Gajah Mada (HMJ FPH UGM) melakukan kegiatan pengenalan satwa(Pesawat) di SD Negeri Deresan akhir pekan lalu.  
Program tersebut juga bertepatan dengan Hari Kedokteran Hewan Sedunia (World Veterinary Day).

Natya Navrina, Ketua Panita Program, mengatakan, ini  kegiatan rutin HMJ FPH UGM dengan menyasar pada murid sekolah dasar yang ada di Yogyakarta dan bertujuan untuk  menanamkan rasa cinta kepada hewan sejak dini.

“Kami sangat senang karena murid sangat antusias mengikuti acara ini,” Ucap Natya.

Dalam program pesawat, kata Natya, terbagi dalam pengenalan materi dan pengenalan satwa.  

“Nanti murid-murid dibagi dalam beberapa grup agar lebih mudah dalam proses pengenalannya. Satwa yang kami bawa ada anjing, kucing, ular, landak, dan kelinci,” paparnya.

Sementara itu,  menurut Sri Suharmini, Guru Kelas  2, acara tersebut bagus. Sehingga anak-anak dapat lebih paham bagaimana cara memelihara hewan.

“Acara seperti ini baru pertama kali di SD Deresan. Melalui acara ini anak dapat mengenal jenis hewan dan dapat menanamkan rasa sayang kepada hewan,” Imbuhnya.

Dalam acara sosialisasi tersebut, para siswa diperbolehkan bersentuhan langsung dengan satwa yang dibawa. Para murid tampak sangat senang tetapi ada pula yang merasa takut untuk bersentuhan dengan ular.

“Aku gak mau megang ular. Wedi e mbak,” tutur Riski, salah satu siswa saat melihat hewan reptil yang dikeluarkan dari tempatnya.



Rabu, 24 April 2013

Mahasiswa UST YOGYAKARTA menuntut Pengembalian UST Sebagai Kawah Candradimukanya Pendidikan Indonesia








Mahasiswa UST dalam Aksi Unjuk Rasa


Yogyakarta- Sejumlah mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta melakukan aksi damai  pada Rabu (24/4) guna menuntut penurunan biaya kuliah, kampus ini dinilai tidak sesuai dengan ideologi Taman Siswa.

Koordinator Lapangan, Arnold menyatakan aksi ini merupakan pernyataan sikap mahasiswa UST terhadap kebijakan kampus (rektorat) yang dinilai menyalahi ideologi Taman Siswa, diantaranya adalah peningkatan biaya kuliah, Kuliah Kerja Nyata (KKN), Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan akses internet.

“Kami merasa kebijakan yang diambil kampus hanya permainan semata  dan itu tidak sesuai dengan ideologi Taman siswa. Seperti biaya perkuliahan yang semula naik setiap 2 tahun menjadi 1 tahun. Biaya KKN yang dulu Rp 375.000 saat ini dinaikkan menjadi Rp 500.000. Biaya akses internet yang dulu digratiskan sekarang tiba-tiba harus membayar Rp 150.000 perbulan jika ingin menikmati akses internet dengan kbps cepat.” Katanya di sela-sela aksi.

Menurut dia, hal tersebut memberatkan mahasiswa yang selama ini mengenal Universitas Sarjawiyata Tamansiswa (UST) sebagai Universitas ‘perjuangan’ dengan biaya lebih murah.

“Taman Siswa merupakan salah satu titisan dari basis perjuangan Ki Hadjar Dewantara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Seharusnya para pejabatnya mendukung perjuangan itu dengan menghidupi kampus bukan mencari hidup dari kampus,” ujar mahasiswa Fakultas Teknik itu.

Oleh karenanya, dirinya menuntut agar ada transparansi yang diberitahukan kepada mahasiswa terkait dengan peningkatan biaya-biaya tersebut dan dilakukan dialog terbuka.

“Kami menuntut diadakan dialog terbuka paling lambat tiga hari setelah aksi ini dimana pejabat kampus dan semua mahasiswa  duduk bersama untuk membahas permasalahan tersebut.” Urainya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Rusdian Nur Dermawan di tengah aksi mengatakan sepakat kepada mahasiswa untuk meminta transparansi biaya kuliah tersebut.

“Saya kira jika dipersoalkan sistem pembayaran, selagi masih dalam konteks untuk mendukung kontinuitas kualitas operasional kampus dan peruntukannya transparan tidak masalah,” katanya.

Kecuali, mahasiswa dapat menuntut apabila pada kenyatannya setelah dinaikkan ternyata tidak ada implikasi positif terhadap kualitas pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa.

“Saya kira Pak Rektor selalu Terbuka untuk berdialog,” katanya mengakhiri.

Dalam aksi ini mahasiswa membawa spanduk dan poster pernyataan sikap. Aksi ini melibatkan semua mahasiswa dari berbagai fakultas mulai Fakultas Pertanian, Psikologi, Teknik, Ekonomi dan Keguruan dan Ilmu Pendidikan sempat membuat Jalan Kusuma Negara Macet pasalnya mereka melakukan aksi dengan berjalan kaki di jalan utama dari kampus FKIP menuju kampus pusat UST di Jalan Kusuma Negara No 157 Yogyakarta.


Belajar Kesenian Dari Pengamen Jalanan Untuk Lomba





Wulan Punya
Sedang Berlatih bersama Pengamen Jalanan (Dokumen Pribadi)



YOGYAKARTA- Sejumlah Pelajar dari SMP Negeri I Mungkid Magelang tengah berlatih angklung bersama Paguyuban Angklung Kridotomo di Jalan Tentara Rakyat, Mataram, Jlagran Kulon Yogyakarta.

Sri Sugiarti, Wakil Kepala Sekolah Bagian Kesiswaan mengatakan latar belakang anak-anak didiknya berlatih angklung bersama Paguyuban Angklung Kridotomo untuk mempersiapkan lomba yang diadakan oleh Dinas Pendidikan.

“Festival Lomba Seni Siswa Nasional merupakan agenda tahunan Dinas Pendidikan, dimana cabang yang dilombakan adalah Musik Tradisional.” Ujarnya.

Awalnya kata dia, dirinya dan Bapak Muhammad Asrori, S.Ag selaku wakil kepala sekolah Sarana dan Prasana ingin membeli calung sebagai alat musik yang akan digunakan pada lomba yang akan diadakan 27 April mendatang.

“Di sekolah tersedia alat musik gamelan, namun kami merasa gamelan sudah umum. Lantas kami ke Yogyakarta untuk membeli calung. Namun harus menunggu sampai 3 minggu.” Katanya.

Sri mengatakan, saat  berkunjung ke Pasar Bringharjo Yogyakarta dia melihat paguyuban angklung tengah pentas. Selanjutnya saya merekomendasikan alat musik tersebut untuk digunakan lomba.

“Kami akhirnya memesan alat musik angklung lengkap dengan bedug, ketimpung, gambang, dan kentongan. Ternyata mas pengamen juga bersedia melatih anak didik kami,” ungkap Sri.

Sri meyakini bahwa proses belajar tidak hanya berasal dari pendidikan formal saja. Oleh karenanya, dia memboyong peserta didiknya dari Magelang ke Yogyakarta untuk belajar kesenian dengan alat musik tersebut dari pengamen jalanan.

“Ini yang latihan merupakan anak kelas satu dan dua, kami memanfaatkan waktu libur UAN untuk latihan. Jadi tidak ada yang harus bolos sekolah untuk latihan ini,” Tandas Sri, Rabu (24/4) siang.

Lagu yang disiapkan untuk lomba tersebut ialah lagu daerah jawa diantaranya Sue Ora Jamu, Gambang Suling, dan Rujak Uleq.

Alat musik yang dibeli akan dijadikan ciri khas sekolah.” Imbuh Sri.

Latihan yang berlangsung selama 2 hari tersebut sudah mulai menampakkan hasilnya.

“Tidak terlalu susah melatih anak-anak ini karena mereka sudah mengerti nada,” Ungkap Nur Kholis, Pelatih angklung.

Nur kholis juga menyatakan, anak-anak tersebut juga sangat antusias dan bersemangat latihan. Mereka ingin cepat bisa dan sangat enjoy memainkan alat tradisional tersebut.
“Kami tidak menyangka ada pihak yang mau membeli alat musik tradisional kami. Kami tidak mempersoalkan akan diakuinya alat musik ini sebagai ciri khas sekolah karena tujuan kami hanya untuk melestarikan budaya.” Pungkas pria dari Sanggar Singlon Kulonprogo ini.

Kholis juga berharap, anak-anak yang dilatihnya ini dapat menang dalam Festival Lomba Seni Siswa Nasional dan dapat terus mencintai alat musik tradisional.

Selasa, 23 April 2013

Dialog Pukulan Akhir Bagi WTO Bersama Pablo Solon


YOGYAKARTA- Forum dialog Bertajuk ‘Pukulan Akhir Bagi WTO’ yang diadakan di Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang berlokasi di Jalan Bintaran Wetan No 11 Yogyakarta menghadirkan Pablo Solon sebagai pembicara. Forum dialog tersebut mendiskusikan tentang Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA)dan dampaknya terhadap negara berkembang.
Pablo Solon, Direktur Eksekutif Focus on Global South mengatakan perjanjian perdagangan bebas hanya akan menguntungkan negara maju ketimbang negara berkembang.
“Dalam perjanjian perdagangan bebas akan terjadi penyamarataan antara industri negara-negara maju dan negara berkembang. Padahal masing-masing negara memiliki kondisi dan situasi yang berbeda,” Kata Pablo.
Menurut dia, penyamarataan persaingan tersebut tidak adil dan berimbas pada negara anggota organisasi perdagangan dunia (World Trade Organisation/WTO).
“Dampak perdagangan bebas terhadap negara berkembang akan mematikan industri nasional jika tidak kuat bersaing dengan industri dari negara maju.Tidak ada keberpihakan terhadap negara lemah, dalam FTA negara yang kuat akan mengeksploitasi negara yang lemah,” papar mantan Duta Besar Bolivia untuk Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2009-2011.
Kata dia, negara Bolivia saat ini sedang melakukan perlawanan untuk tidak bergabung dengan FTA melalui pendirian kawasan perdagangan khusus Amerika Latin.
“Dalam FTA juga akan diatur investasi dan hak kekayaan intelektual (HKI). Selan itu FTA juga akan memberikan tuntutan bagi negara berkembang untuk memperlakukan investor asing sama dengan pemilik industri nasional,” Imbuhnya.
Sementara itu, menurut Kirnadi, Ketua Dewan Pimpinan Daerah Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) DIY mengatakan FTA telah membuat banyak industri garmen dan tekstil di Indonesia kolaps, sehingga mendorong peningkatan jumlah pengangguran.
“Oleh karenanya, kami mengajak berbagai gerakan sosial untuk mengkritisi kembali pembentukan WTO serta FTA yang akan diselenggarakan pada 3-6 Desember 2013 di Bali,” ujarnya.
Forum dialog tersebut dihadiri oleh berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat, Mahasiswa, dan organisasi buruh se DIY.

(Liputan WLN untuk SM)