Kamis, 12 April 2012

Pentingnya Jurnalisme Online

Memang tidak dapat dipungkiri, keberadaan Jurnalisme Online kini sudah menjadi bagian dari dunia jurnalistik. Pengertian jurnalisme online sendiri adalah proses penyampaian informasi melalui internet atau media online. Seiring perkembangan teknologi, terutama internet, kegiatan jurnalistik tidak hanya terbatas pada tulisan cetak atau print saja. Hampir semua media baik elektronik maupun cetak sudah membuat versi media online untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi.

Bagi para pengusaha media, jurnalisme online juga menjadi salah satu industry media yang menjanjikan (bila ditinjau dari biaya produksi media online dengan media cetak atau elektronik. Media online membutuhkan biaya produksi yang relatif murah dibanding media cetaj dan elektronik) Di era digital, kebanyakan orang sudah tidak memiliki waktu yang cukup untuk duduk membaca koran atau majalah
(meskipun masih ada juga yang setia membaca koran dan majalah) terutama di wilayah perkotaan.Bagi mereka Time is Money, sehingga semua mereka lakukan dengan cepat.

Maka dari itu, jurnalisme dan media online di butuhkan dalam situasi ini. Orang tetap membutuhkan informasi, namun dalam bentuk digital yang dapat mereka akses dimana dan kapan saja tanpa harus membawa koran atau majalah. Jurnalisme online dapat menjadi wadah bagi Citizens Journalism (jurnalisme warga) yang ingin berpartisipasi dalam menyampaikan informasi terkini.

Media online dapat diakses dari segala lapisan usia. Keunggulan dari Jurnalisme Online seperti pada buku Online Journalism. Principles and Practices of News for The Web(Holcomb Hathaway Publishers, 2005) adalah (sumber : http://jurnalisme.blogspot.com/ )

1. Audience Control. Jurnalisme online memungkinkan audience untuk bisa lebih leluasa dalam memilih berita yang ingin didapatkannya

2. Nonlienarity. Jurnalisme online memungkinkan setiap berita yang disampaikan dapat berdiri sendiri sehingga audience tidak harus membaca secara berurutan untuk memaham

3. Storage and retrieval. Online jurnalisme memungkinkan berita tersimpan dan diakses kembali dengan mudah oleh audience

4. Unlimited Space. Jurnalisme online memungkinkan jumlah berita yang disampaikan / ditayangkan kepada audience dapat menjadi jauh lebih lengkap ketimbang media lainnya.

5. Immediacy. Jurnalisme online memungkinkan informasi dapat disampaikan secara cepat dan langsung kepada audience

6. Multimedia Capability. Jurnalisme online memungkinkan bagi tim redaksi untuk menyertakan teks, suara, gambar, video dan komponen lainnya di dalam berita yang akan diterima oleh audience

7. Interactivity. Jurnalisme online memungkinkan adanya peningkatan partisipasi audience dalam setiap berita.


Martabak Mini: Alternatif Jajanan yang ‘Bersahabat’ dengan Kantong

Kita tentu sudah akrab dengan makanan yang satu ini. Martabak atau terang bulan memang banyak macamnya. Ada martabak manis, keju, kacang, dan lain - lain. Untuk martabak atau terang bulan dalam ukuran normal dikenai harga Rp 12.000 untuk martabak yang berisi kacang (versi biasa) , keju meses Rp 15.000, keju susu Rp 15.000, dan versi yang komplit Rp 16.000.

Harga tersebut dinilai cukup mahal untuk anak kost dan pelajar. Ketimbang dibelikan martabak yang harganya Rp 12.000 - Rp. 16.000 mending uang tersebut untuk membeli makanan yang padat alias nasi (yang uda jelas kenyaaaaaaaang).

Tapi seiring perkembangan martabak dan kreativitas para pedagang mulai muncul neh Martabak dalam ukuran mini atau unyil. Martabak Mini ini harganya jauh lebih bersahabat dengan kantong kita sebagai mahasiswa. :D

Untuk 1 varian rasa harga 1 martabak unyil Rp 1.000,00 bila 2 varian rasa (Keju-meses) Rp 1.500,00, Ekonomis bukan? ^^

Saya tertarik mencoba martabak mini ini, kebetulan di dekat rumah ada yang jual.
Untuk di tempat saya beli, mas pedagangnya itu buat 2 jenis adonan. Adonan yang satu dari tepung biasa dan adonan yang satunya lagi dari tepung yang diberi pandan sehingga lebih harum aromanya.

saya beli yang rasa Keju - meses, hm… rasanya enak dan kejunya langsung lumer di lidah.
Buat yang pengen makan martabak dan ga merogoh kocek yang banyak patut coba deh martabak mini ini.

Selamat mencoba :)

Sosok Jurnalis Di Era Web 2.0

Web 2.0 adalah website yang memungkinkan adanya interaksi antara pemilik dan pengguna dengan konsep yang lebih mudah dan fleksibel, selain itu ciri dari web 2.0 adalah website yang dibuat dengan full css yang membuat website lebih mudah dan ringan diakses, tidak memakan banyak sumber daya.

Beberapa karakteristik dasar situs web 2.0 adalah:

· Jaringan sebagai platform” - memberikan (dan memungkinkan pengguna untuk menggunakan) aplikasi melalui browser.

· Pengguna memiliki data di situs tersebut dan memiliki kontrol atas data.
· Partisipasi dari pengguna dalam mengkolaborasi pengetahuan. Hal ini mengingatkan akan pemberian kepercayaan kepada pengguna internet untuk dapat berpartisipasi dalam berbagi pengetahuan.

· Data menjadi trademark-nya aplikasi, misalnya Intel inside

· Web 2.0 sebagai akhir dari siklus peluncuran produk software, mengilustrasikan setiap produsen software tidak lagi meluncurkan produknya dalam bentuk fisik. Karena web menjadi platform, pengguna cukup datang ke website untuk menjalankan aplikasi yang ingin mereka gunakan.

Terdapat tujuh prinsip yang mendasari karakter Web 2.0.

  • Karakteristik pertama web sebagai platform dimana menjadikan web sebagai “tempat bekerja di manapun”. Cukup dengan membuka web browser, Anda dapat mengerjakan tugas, perhitungan keuangan, atau merancang presentasi melalui aplikasi-aplikasi yang telah disediakan dan dapat dijalankan secara langsung melalui internet.
  • Karakteristik kedua, adanya partisipasi dari pengguna dalam berkolaborasi dengan pengetahuan. Hal ini mengingatkan akan pemberian kepercayaan kepada pengguna internet untuk dapat berpartisipasi dalam berbagi pengetahuan di Wikipedia, sebuah ensiklopedia berbasis web yang disusun berdasarkan masukan-masukan pengguna internet di seluruh dunia.
  • Karakteristik ketiga, data menjadi trademark-nya aplikasi, mengingatkan kita pada slogan “Intel Inside” yang telah melambungkan nama prosesor Intel di kalangan pengguna komputer. Trademark tersebut telah menjadi suatu garansi kepercayaan dari pengguna akan kemampuan komputer yang akan ataupun sudah dibelinya. Maksud yang sama juga diusung oleh karakteristik ketiga ini, dimana penyuplai data akan memberikan trademark yang akan digunakan oleh pemilik website untuk memberikan garansi kepercayaan kepada pengunjungnya. Sebagai contoh adalah “Nevteq Onboard” untuk data peta pada sistem navigasi GPS dan “Powered by Google” untuk dukungan Google Maps pada peta dunia berbasis web.
  • Sedangkan karakteristik keempat, web 2.0 sebagai akhir dari siklus peluncuran produk software, mengilustrasikan setiap produsen software tidak lagi meluncurkan produknya dalam bentuk fisik. Karena web menjadi platform, pengguna cukup datang ke website untuk menjalankan aplikasi yang ingin mereka gunakan. Hasil dari pengembangan fitur di dalam software dapat langsung dirasakan oleh pengguna. Software tidak lagi dijual sebagai produk namun berupa layanan (service). Produsen yang memberikan pelayanan yang cepat dan bagus, akan menjadi pilihan pengguna.
  • Karakteristik kelima, dukungan pada pemrograman yang sederhana dan ide akan web service atau RSS. Ketersediaan RSS akan menciptakan kemudahan untuk di-remix oleh website lain dengan menggunakan tampilannya masing-masing dan dukungan pemrograman yang sederhana.
  • Karakteristik keenam, software tidak lagi terbatas pada perangkat tertentu. Hal ini mempertegas posisi web sebagai platform dimana setiap perangkat dapat mengaksesnya. Komputer tidak lagi menjadi satu-satunya perangkat yang dapat menjalankan berbagai aplikasi di internet. Setiap aplikasi harus didesain untuk dapat digunakan pada komputer pribadi, perangkat genggam seperti ponsel dan PDA, ataupun server internet.
  • Sedangkan karakteristik terakhir, adanya kemajuan inovasi pada interface di sisi pengguna. Dukungan AJAX yang menggabungkan HTML, CSS, Javascript, dan XML pada Yahoo!Mail Beta dan Gmail membuat pengguna merasakan nilai lebih dari sekedar situs penyedia e-mail. Kombinasi media komunikasi seperti Instant Messenger (IM) dan Voice over IP (VoIP) akan semakin memperkuat karakter Web 2.0 di dalam situs tersebut.

Kegiatan jurnalisme di era modern dimana teknologi semakin berkembang munculah jurnalisme baru yang ditunjang oleh internet, jurnalisme tersebut adalah jurnalisme 2.0. Jurnalisme 2.0 berkembang karena peranan jurnalis di masyarakat, dimana jurnalis harus siap melakukan aktivitas jurnalisme melalui berbagai saluran (cetak atau online). Dalam jurnalisme 2.0 masyarakat ikut terlibat dalam pencarian dan penyajian berita (citizen journalism).

Sosok jurnalis di era web 2.0 dimaknai tidak hanya sebagai jurnalis yang benar bekerja di intitusi media, melainkan masyarakat juga dapat menjadi jurnalis (citizen journalism). Jurnalis di web 2.0 harus memikirkan, menspekulasi, peka terhahadap kasus tertentu, menetapkan fakta, dan tidak harus menjadi jurnalis di institusi berita. Aspek penting dalam jurnalisme 2.0 berkaitan dengan realtime ( ketika suatu peristiwa terjadi dengan didukung teknologi, peristiwa tersebut langsung dapat diliput dan dipublish dengan peralatan sederhana sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi tentang kejadian itu saat itu juga). Jurnalis 2.0 harus ‘dekat’ dengan social media, karena jurnalisme 2.0 menggunakan teknologi dan sosial media sebagai medium untuk menyebarluaskan berita atau informasi yang ditulisnya.

Rujukan

http://oreilly.com/catalog/web2report/chapter/web20_report_excerpt.pdf diakses pada 16 Maret 2012

http://pusdatin.deptan.go.id/admin/RB/Internet/web20.pdf diakses pada 16 Maret 2012

Briggs, Mark, Journalism2.0: How to Survive and Thrive, J-Lab and the Knight Citizen News Network, Washington,DC, 2007. PDF version at:http://knightcenter.utexas.edu/journalism20.php via http://ayomenulisfisip.wordpress.com/diakses pada 16 Maret 2012

Sabtu, 03 Maret 2012

Kenapa Harus Perempuan?




Miris deh kalo liat berita di Tv , ada istri yang jadi korban KDRT ama suaminya..
Ko tega ya seorang suami menyiksa istrinya sendiri hanya karena alasan "Cemburu" ?

Kenapa harus perempuan?
Kenapa juga perempuan ga melawan saat menghadapi situasi yang tidak membuatnya nyaman?
Kenapa.. dan kenapa.. yang terus membuat saya bertanya dan geram jika lagi dan lagi menonton berita atau mendengar perempuan untuk kesekian kalinya mendapat perlakuan tidak menyenangkan baik dari suami, pacar, atau bahkan rekan kerjanya.

Perasaan terbawa emosi saat melihat pemberitaan tentang pemerkosaan oleh supir angkot hanya karena si supir menegak minuman keras.
Tuh kan, kenapa harus perempuan? *Pertanyaan ini kembali menyeruak dalam benak saya*
Lantas muncul opini yang seolah menyalahkan si korban pemerkosaan ... "salah sendiri pake rok mini"

Kalau menurut saya, meskipun si korban (perempuan) pakai rok semini apa pun, tapi kalau pikiran dari para
laki - laki (disini supir angkot ) ga "kotor" dan tidak dalam pengaruh miras sih ga akan tuh terjadi pemerkosaan yang jelas banget (KEBANYAKAN) merugikan perempuan sebagai korbannya.

Belajar dari berbagai peristiwa yang menimpa perempuan, saya jadi menyimpulkan beberapa hal :
- Perempuan itu harus berani melawan untuk menjaga diri.
- Perempuan zaman sekarang harus kuat (Tegar, ga cengeng, dan mandiri)
- Perempuan zaman sekarang harus menguasi banyak hal diluar urusan domestik semata
- Perempuan berhak mengambil keputusan sendiri untuk hidupnya
- Perempuan tidak harus selalu menuruti apa yang tidak ingin mereka lakukan

Betapa tersiksanya perempuan pada zaman dulu..
Mereka tidak dapat menikmati indahnya kebebasan karena terkekang oleh "budaya patriarki"

Saya sangat bersyukur berada di zaman setelah pejuang emansipasi wanita RA Kartini.
Tanpa Beliau, mungkin perempuan masih dipandang sebagai "obyek" bukan "subjek" meskipun pada masa sekarang sebagian perempuan masih dipandang seperti itu.

Intinya.. Perempuan harus berani berkata TIDAK
#terinspirasi dari Film Maya, Raya, Daya

Kamis, 01 Maret 2012

Deskripsi dari 'Cantik' itu bagaimana?

Sesuai dengan title yang saya ambil, saya kini tengah mempertanyakan deskripsi dari cantik.
Kategori seperti apa yang dipakai untuk menilai seseorang itu cantik atau tidak?

Pertanyaan tersebut terus mengusik pikiran saya..

Saya memiliki anggapan jika semua perempuan pada dasarnya cantik.
Tapi nampaknya anggapan saya itu luntur manakala saya menanyakan deskripsi cantik kepada saudara sepupu laki - laki saya.

"De, kamu tau ga sih cantik itu gimana?" tanyaku pada suatu siang
"Tau dong mba, cantik itu kan kaya artis* di tivi itu.." jawabnya polos
Hadeh, agak terkejut saya mendengar jawaban dari sepupu saya itu. Pasalnya dia masih anak kelas 2 SD.

Lantas saya kembali merenung, sekuat itukah bentukan cantik dari media ???
haruskah cantik itu berkulit putih mulus? lantas bagaimana dengan sayaa, yang pernah jatuh akibat balapan (biar keren.. padahal mah jatuh dari motor :p) ?
Apakah cantik itu harus memakai make up tebal ?
Haruskah cantik itu untuk perempuan bertubuh ideal bak model?

Hm........................
Nampaknya cantik yang kini dimaknai kebanyakan orang adalah cantik bentukkan atau konstruksi dari media bukan cantik dalam esensi pengertiannya.

Ketika saya mencoba bertanya kepada seorang sahabat laki - laki saya mengenai cantik, jawaban yang tidak jauh berbeda dari apa yang saya dengar dari sepupu saya.

Kalau cantik hanya dimaknai sebagai keadaan fisik semata, kasian dong orang yang memiliki kecantikan yang tidak nampak...
Tapi tetep saya masih mempertanyakan deskripsi cantik itu,,,

Sate Maranggi: Kuliner Purwakarta

Siapa sih yang ga suka dengan sate?

Sate merupakan salah satu makanan khas Indonesia.

Sate terbuat dari potongan daging yang dipotong kecil-kecil,dan ditusuki dengan tusukan sate yang biasanya dibuat dari lidi tulang daun kelapa atau bambu, kemudian dibakar menggunakan arang. Ada sate yang khas nih dari kota kelahiran saya Purwakarta, beda lho ama Purwokerto ^^. Sate Maranggi namanya, sate maranggi ini tersedia dari daging sapi dan daging kambing.

Kalau kalian semua berkunjung ke Purwakarta, pasti bakal nemuin penjual sate maranggi hampir di setiap sudut Purwakarta, sebagian menajajakan dengan cara berkeliling. Yang membedakan sate maranggi dengan sate lainnya adalah bumbunya terbuat dari kecap dengan perpaduan rasa manis, sedikit asam, dan pedas yang langsung ‘menggoyang lidah’ deh. Paduan rasa yang menggoda selera ini muncul karena bumbu sate maranggi terbuat dari kecap, sambal cabai hijau ditambah sedikit cuka lahang (cuka yg terbuat dari tebu) . Saat disajikan, bumbu kecap itu dilengkapi dengan irisan bawang merah dan tomat hijau segar.

Biasanya sate maranggi dihidangkan dengan ketan bakar plus sambel oncom (makanan khas Jawa Barat) atau nasi timbel + es kelapa muda. Semua penjual sate maranggi di Purwakarta hampir semua enak, saya sudah mencoba sate maranggi yang terkenal sampe yang jualan keliling dengan gerobak di kompleks rumah.

Tempat sate maranggi yang recomended antara lain :

  • Sate maranggi cibungur, lokasinya tidak jauh dari pintu tol cikampek.
  • Sate maranggi bah use, lokasinya di pasawahan, meskipun letaknya agak masuk kedalam tapi tetap banyak pengunjung yang mencari karena kelezatan sate dan sop iga yang yummy banget.
  • sate maranggi saung buhun, lokasinya di per4an pemda dan situbuleut.
  • Sate maranggi 711, letaknya di ciseureuh deket gang keramik.
  • sate maranggi depan samsat
  • sate maranggi yang lewat di depan rumah saya

Tapi, buat kalian yang tinggal di Jogja dan penasaran pengen tahu kaya gimana sih sate maranggi itu, uda ada nih warung sate maranggi STM di jakal aku agak lupa km brp.. pokoknya belasan gitu..
Selamat mencoba sensasi Sate Maranggi ya :D

Rabu, 29 Februari 2012

Welcome Semester 6

Ga kerasa ...
Hari ini uda memasuki minggu ke dua semester 6.

Meskipun begitu, hal itu tidak terasa.. Karena saya dan teman - teman yang mengikuti Study Perspektif harus bolos di minggu* awal kuliah :D

Hmm.. Meski harus bolos, kami juga mendapat sesuatu yang berharga di studi perspektif, dan tentunya dapet buku gratiss dari ISAI (hehehe...hehee...)

Oia, semester 6 ini membuat saya semakin merasa saya uda tua.. padahal belum lho... hehhee

Apalagi pas kunjungan ke Universitas Bunda Mulia Jakarta, kentara banget angkatan tuanya.. Gimana ga ? karena semua panitia yang menyambut kami masih semester 4 semua.. T.T

Tapi gpp, angkatan sih boleh tua tapi jiwa tetep muda #apato?

Mari kita kobarkan semangat untuk semester 6 ini dan katakan dengan lantang :

"WELCOME SEMESTER 6" ^^